Cepat Lapar di Atas Kereta Cepat

Ceritanya waktu travelling ke China, saya pengen banget nyobain Bullet Train atau G-Train untuk pergi dari Shanghai ke Beijing (cek di sini buat info lebih lanjut). Kereta serupa inilah yang nantinya akan menghubungkan Bandung dan Jakarta. Nah, walaupun jarak Shanghai-Beijing yang 1300 km ini cuma makan waktu 5 jam, tetap aja urusan perut ga bisa ditunda-tunda. Apalagi kalo udah kelaperan. Harga diri bangsa taruhannya.
Sebenernya makan siang di kereta ini udah direncanakan sebelumnya untuk menghemat waktu dan pada dasarnya emang pengen nyoba pengalaman makan di kereta cepat ini aja sih. Jadi saya ga perlu nyari tempat makan dan spend waktu untuk makan lagi ketika saya sampai di Beijing, lumayan ngirit waktu kan. Ya, karena buat saya, waktu adalah Yuan. (eh mata uang China udah jadi RMB sih, ga nyebut Yuan lagi)

Kereta Makan (Sumber: http://www.seat61.com)

Singkat kata, sewaktu perjalanan udah setengah jalan dan genderang perut sudah ditabuh kencang, maka inilah saatnya saya untuk bergerak ke warung terdekat. tapi karena ini di kereta, kereta di China pula, yang ada hanyalah kereta makan. Kereta makan/restaurant terletak tepat di tengah rangkaian kereta. Jadi ga usah khawatir terlalu jauh. Cukup jalan (yaiyalah masa terbang) dari gerbong 2 tempat saya duduk ke gerbong 7 tempat restaurant ini berada. Di gerbong restaurant ini ada counter tempat jual makanannya dan juga beberapa meja buat yang mau dine-in makan di kereta makan ini.
Oke saat paling penting dalam sejarah pesan-memesan makan pun tiba: pesan makan di kereta di China. Mengorderlah saya pake bahasa inggris ke pelayannya. Mereka lalu pucat pasi krn ternyata ga semua bisa bahasa inggris (saya juga sih, tapi berusaha tetap cool). Mereka bilang punya beberapa menu, saya bilang ngulang-ulang No Pork (sambil nunjuk tulisan Pork dalam bahasa cina di layar hape). Ya No Pork, kata salah satu mbak-mbak pelayannya. Voila! Berhasil pesan makan di kereta..! Jadi apapun lah makanannya asal No Pork. Hahaha

Makan siang hangat

Menu makan siang isinya telur, ayam, kacang, dan instant soup.

Lalu saya diberikan menu ini yang isinya ayam, daging, telor, kacang, dan soup instan. No pork. Dan makannya tetep harus pake sumpit. Beneran ini rasanya enak pisan apalagi pas laper-lapernya jam 12 siang. Yang unik baru saya temuin adalah soup instan yang datang dalam kemasan a la pop mie, isinya kayak blok kaldu kuning seukuran korek api lengkap sama sayuran tomat kering dan aneka sayuran lainnya. Tinggal pergi ke belakang tiap gerbong untuk ambil air panas dan jadilah soup instan hangat yang siap menemani perjalanan anda. Apalagi perjalanan saya sendirian, untung ada yang siap memberi kehangatan dan menemani: sop instan.
So buat yang mau naek kereta G Train di China, let’s give it a try. Enjoy. 享受.
aryokuncoro

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *