Skema dan Tren Pengembangan Objek Wisata

Tadi baca sebuah artikel yang menarik di Kompas berjudul ‘Media Sosial Menggerakkan Wisata Baru’ (Kompas, 15 Januari 2017, hal. 13). Dalam artikel tersebut dibahas mengenai berbagai cara yang dilakukan objek wisata dalam mengembangkan diri menjadi tujuan wisata unggulan dengan memanfaatkan potensi alam yang dimilikimya. Beberapa objek wisata yang dibahas adalah objek wisata Kalibiru di Kulon Progo, Yogyakarta, objek wisata Mangunan di Bantul, Yogyakarta juga, dan objek wisata Umbul Ponggok di Klaten (lokasinya di sini).

Dari pembahasan dalam artikel tersebut, saya jadi semakin yakin bahwa pengembangan objek wisata sekarang ini sangat ditentukan dengan skala ‘instagrammability’ suatau tempat wisata. Mungkin perlu ada rating insta-o-meter untuk menilai seberapa cantik atau menariknya sebuah objek wisata ketika diunggah ke instagram.

Namun ada hal lain yang menarik untuk dibahas dan ditelaah lebih lanjut terkait dengan pengembangan objek wisata tersebut yaitu terkait dengan pengelolaan dan permodalan pengembangan objek wisata tersebut.

Misalnya yang dibahas dalam artikel ini adalah pengembangan objek wisata dengan skema Badan Usaha Milik Desa sebagai salah satu alternatif cara pengelolaan objek wisata. Dalam hal permodalan, ada juga skema dimana warga bisa ikut dalam penyertaan modal dengan skema Obligasi Warga.

Sumber: http://liburmulu.com

Bermacam Foto di Umbul Ponggok (Sumber: http://liburmulu.com/wp-content/uploads/2016/01/Umbul-Ponggok-Klaten-Rasakan-Sensasi-Berenang-Yang-Berbeda-Dari-Biasanya.jpg)

Salah satu contoh yang sudah berhasil dilakukan adalah upaya pengembangan objek wisata Umbul Ponggok di Klaten. Pengembangannya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa Tirta Mandiri yang didirikan pada 2009. Pada awalnya sekitar 100 kepala keluarga ikut serta dalam menanamkan modal yang jumlahnya berkisar 5 juta Rupiah per orang.

Keberhasilan Umbul Ponggok ini juga ditunjang oleh cara baru dalam mengapresiasi objek wisata yaitu dengan adanya budaya swa foto atau selfie yang diunggah ke media sosial (instagrammable). Pengelola Umbul Ponggok merespon perkembangan ini dengan cara menyediakan spot foto beserta propertinya agara pengunjung dapat berfoto dan mengeksplorasi kreatifitas mereka.

Adanya skema pengelolaan, permodalan, serta didukung oleh pergeseran perilaku pengguna media sosial ini diyakini dapat dijadikan sebagai pendorong kemajuan pariwisata di daerah. Pengelolaan yang tepat dapat menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu lokomotif perekonomian daerah maupun nasional.

 

aryokuncoro

Sumber foto judul: https://www.portalwisata.com/wp-content/uploads/2016/07/foto-selfie-di-bawah-air-umbul-ponggok.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *