Tentang Tulisan

Tulisan adalah salah satu cara mencapai keabadian.

Minggu lalu saya berkunjung ke ‘Namaku Pram’, eksibisi karya-karya dan catatan perjalanan Pramoedya Ananta Toer di dia.lo.gue, Kemang. Dari sederet karya dan catatan yang dipublikasikan, ada satu bagian yang menarik untuk saya. Justru bukan main course-nya. Hal yang menarik tersebut adalah kumpulan kartu pos antara Pram dan anak-anaknya.

Jadi dulu, pada era Presiden Soeharto, Pram pernah ditahan di Pulau Buru. Satu-satunya sarana komunikasi yang bisa ditempuh antara Pram dan anak-anaknya untuk bisa saling berhubungan adalah dengan media kartu pos itu. Uniknya, beberapa kartu pos bisa memakan waktu hingga satu tahun untuk sampai ke tujuan. Ya, letak Pulau Buru yang sangat jauh dan akses yang terbatas pasti membuat perjalanan kartu pos menjadi sangat sulit. Terlebih, kartu pos yang dikirimkan harus melewati ‘Badan Sensor’ ABRI dulu kala itu.

Apa yang membuat menarik bagi saya adalah, dengan tulisan di kartu pos tersebut perbincangan mereka menjadi abadi. Perbincangan yang terjadi berpuluh-puluh tahun tersebut masih bisa dinikmati sekarang. Bahkan oleh orang lain. Percakapan mulai dari mengabarkan kenaikan kelas hingga mengabarkan kondisi kesehatan bisa kita hidupkan kembali, layaknya kita berada di tengah mereka. Tulisan bisa membuat ide dan gagasan melewati ruang dan waktu.

Menjadi lebih menarik lagi buat saya karena pada era komunikasi tulisan dewasa ini, komunikasi saya lebih banyak menggunakan media tulisan, Whatsapp dan email misalnya. Ketika saya membaca percakapan Pram dan anak-anaknya, saya langsung teringat percapakan saya dan Almarhum Bapak saya. Alhamdulillah saya dan Bapak terpisahkan oleh tempat, yang membuat kami harus berkomunikasi via tulisan. Ya walaupun ga jauh-jauh amat, saya di Jakarta dan Bapak di Bogor. Tapi dengan adanya tulisan ini, saya jadi bisa menikmati kembali baris demi baris percakapan kami. Menghidupkan kembali kehangatan perbincangan dengan Bapak, walaupun sekadar menanyakan sudah makan atau belum.

Bedanya saya dengan anak-anak Pram, mereka masih bisa bertemu dengan Ayah mereka setelah percakapan itu. Bapak, apakah kita bisa berkirim pesan lagi?

aryokuncoro

img source: https://suratrinduuntukayahdipulauburu.wordpress.com

One thought on “Tentang Tulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *